Jakarta adalah ibukota negara kita. Tapi mengapa berwisata di Jakarta tidak senyaman berwisata di luar kota, seperti di Bandung, Yogyakarta, ataupun Bali? Memang banyak sekali tempat wisata di Jakarta, seperti Ancol, Taman Mini Indonesia Indah, Ragunan, dan lain sebagainya, tetapi kebanyakan dari penduduk Jakarta memilih daerah lain untuk memanjakan diri mereka dengan cara refreshing dan bersantai bersama keluarga.
Alasan yang paling mendasar tentang pernyataan di atas adalah, karena tempat pariwisata di Jakarta itu kotor, sesak, tidak memberikan kepuasan, membosankan dan lain sebagainya. Berbagai spekulasi yang bermunculan memang benar adanya. Hal ini merupakan PR tersendiri bagi dinas pariwisata daerah Jakarta. Mengapa pariwisata di kota besar seperti Jakarta, kalah pamor dengan daerah lain, seperti Bali? Apakah tidak ada usaha untuk memajukan pariwisata di ibukota? Padahal jika pariwisata di Jakarta maju, otomatis pendapatan daerah juga maju kan.
Bahkan gara-gara Bali terkenal sebagai surga dunia di daerah internasional, Bali dianggap sebagai ibukota Indonesia. Hal itu berarti dunia pariwisata di Jakarta semakin tenggelam karena tidak adanya usaha untuk memajukan pariwisata itu sendiri. Inilah hal yang harus siperhatikan untuk dinas pariwisata Jakarta. Mau dibawa kemana pariwisata kita? Ke jurang yang lebih dalam, atau muncul kembali dengan indah seperti saat yang fajar terbit?